May 23, 2014

"Sampah" Makanan Ternyata Sehat


Pernahkah Anda makan kulit jeruk atau tumis daun brokoli ? Mungkin itu hanya segelintir makanan "sisa" yang ternyata sangat sehat.

Menurut laporan Food Wastage Footprint, bukan rahasia bagi kita semua, jika hampir dari sepertiga dari makanan dunia, atau sekitar 1,3 miliar ton yang terbuang setiap tahun bersama dengan energi, air dan bahan kimia yang diperlukan untuk memproduksinya.

Sementara itu, banyak buah dan sayuran yang memiliki kulit dan daun yang biasa kita buang, jauh lebih sehat dibanding daging. Menurut, Laurence Beeken, Eksekutif pada WeightLossResources.co.uk, memberikan enam bagian dari buah-buahan dan sayuran yang tidak harus Anda buang, seperti dilansir dailymail.

Kulit Jeruk

Kulit jeruk mengandung serat pembangkit tenaga listrik serat, flavonoid dan vitamin. Hal ini dibuktikan dengan bahan kimia aktif dalam kulit jeruk (d-limonene) yang membantu meringantkan sakit maag dan gangguan pencernaan. Selain itu, vitamin C juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membantu mencegah infeksi saluran pernapasan.

Ekstrak kulit jeruk juga dapat digunakan sebagai pembersih antibakteri, obat anti nyamuk, penghilang kotoran di dapur , bahkan menghilangkan lemak. Kulir jeruk juga telah digunakan secara alami untuk memutihkan gigi bernoda. Pektin dan serat lain yang ditemukan di lapisan putih di bawah kulit jeruk juga dapat membantu mengekang nafsu makan dan menekan rasa lapar hingga 4 jam.

Selain itu, menggunakan kulit jeruk dalam jus buah memiliki banyak manfaat, salah satunya melakukan pembakaran pada hati untuk menekan lapar.

Kulit Bawang

Kulit bawang kaya akan quercetin, yang dapat mengurangi tekanan darah dan mencegah penyumbatan arteri. Quercetin juga memiliki manfaat anti inflamasi, yang sangat baik untuk menahan produksi dan pelepasan histamin, serta sumber alergi lainnya. Oleh karena itu kulit bawang sangat berguna bagi penderita demam.

Selain itu, ada beberapa bukti bahwa jika memasak daging dengan menggunakan kulit bawang, maka dapat membantu mengurangi jumlah karsinogen yang dihasilkan, terutama saat daging dimasak dengan metode pemanasan tinggi, barbekyu misalnya.

Kulit Melon

Kulit melon kaya akan citrulline, asam amino yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah.


Daun Brokoli

Daun brokoli merupakan sumber karotenoid dan mengandung vitamin A serta C. Masak seperti merebus sayuran, dan jangan lupa bahwa batangnya mengandung dosis yang sangat baik untuk serat, dan bisa juga untuk camilan.


Daun Seledri

Mengandung lima kali lebih banyak magnesium dan kalsium dari batangnya. Daun seledri juga mengandung vitamin C dan fenolat, yang merupakan antioksidan kuat yang dapat membantu memerangi kanker, penyakit jantung dan bahkan penuaan.

Batang Chard 

Hampir mirip dengan sayuran sawi, chard lebih banyak terdapat di kawasan Eropa. Batang chard dibalut glutamine, antioksidan dan senyawa fenolik.
Kukus batangnya secara utuh seperti saat memasak asparagus, jika ingin memasukkan sayuran ini menjadi salah satu menu diet Anda.

Sumber

May 21, 2014

Pemerintah Cina Larang Penggunaan Windows 8



Pemerintah China secara resmi melarang penggunaan Windows 8, bagi seluruh komputer di pemerintahannya. Hal in berdasarkan pengumuman resmi yang terdapat di situs resmi pemerintah. Perubahan kebijakan tersebut dilakukan akhir pekan lalu.

Setiap aparatur negara dilarang untuk menginstal, atau membeli perangkat baru yang mempunyai sistem operasi Windows 8. Namun, China masih mempertimbangkan bagi aparatur negara untuk membeli tablet dengan sistem Windows 8.

Di China sendiri, sekitar 44 persen pengguna komputer masih memakai OS Windows XP, sedangkan untuk WIndows 8 baru sekitar 3,4 persen, hal ini dikarenakan mahalnya lisensi yang dijual oleh Microsoft.

Pengumuman resmi ini menekankan kepada Microsoft untuk segera menurunkan harga jual OS Windows 8, karena China merupakan pasar potensial bagi Microsoft.

Microsoft sendiri belum mengeluarkan pernyataan terkait larangan tersebut, namun mereka akan terus memberikan dukungan bagi pemerintah China yang menggunakan OS Windows 7. Dan belum ada pernyataan terkait dengan Windows 8.

Sumber

Membuat Tabel Pada HTML

Seperti kita ketahui HTML merupakan bahasa pemrograman dasar dalam pembuatan sebuah website, ada kalanya kita membutuhkan tabel untuk menampilkan data yang kita buat pada halaman website tersebut.

Dalam mebuat sebuah tabel kita membutuhkan beberapa "tag" (kode program) untuk membuat sebuah tabel utuh, diantaranya <table> </table>, <tr> </tr>, <td> </td>. fungsi dari tag tersebut adalah sebagai berikut :

  1. <table> </table> : Untuk membuat sebuah tabel.
  2. <tr> </tr> : Untuk membuat baris.
  3. <td> </td> : Untuk membuat kolom.
Untuk membuat tabel mari kita buka text editor (notepad, notepad++, dreamweaver, dll) lalu salin kode berikut : 
Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3
Isi Baris 1 Isi Baris 1 Isi Baris 1
Isi Baris 2 Isi Baris 2 Isi Baris 2
Dari kode diatas didapat tampilan sebagai berikut :


May 19, 2014

Makan Dua Kali Sehari Mengurangi Resiko Terhadap Diabetes



Ternyata makan dua kali sehari dapat menghindarkan kita dari bahaya diabetes tipe 2. Sejumlah ilmuwan di Institute for Clinical and Experimental Medicine, Praha, Ceko, mengatakan bahwa makan sarapan dan makan siang lebih efektif mengurangi resiko diabetes tipe 2 daripada makanan ringan. Sebelumnya, para peneliti membagi kelompok dengan 54 sukarelawan berusia 30 hingga 70 tahun, dengan penderita diabetes tipe 2 dibagi dalam 2 kelompok dari 27 orang yang kadar kalorinya sama.

Mereka menemukan, sejumlah relawan yang makan dua kali sehari akan kehilangan lebih banyak berat badan dibandingkan dengan mereka yang makan enam kali sehari. Dan yang paling mengejutkan adalah dula darah dalam tubuh mereka mengalami penurunan.

diabetes tipe 2 terjadi saat tubuh tidak cukup menghasilkan hormon insulin, yang mengontrol jumlah gula dalam darah. Ini berarti kadar gula darah menjadi terlalu tinggi. Jika tidak diobati maka, menyebabkan terkena penyakit jantung dan stroke, kerusakan syaraf, mata menjadi sensitif terhadap cahaya dan penyakit ginjal.

Sejumlah relawan yang ikut penelitian ini diberikan makan enam kali sehari untuk kelompok pertama, dan dua kali sehari dengan pola makan diet bagi kelompok kedua."Hasilnya sangat menyenangkan," ungkap Dr Hana Kahleova, yang memimpin penelitian tersebut.
"Awalnya para pasien mengalami ketakutan akan kelaparan pada malam hari, tetapi rasa itu lebih rendah," ujar Dr Kahleova."Tapi ketika mereka makan enam kali sehari, justru mereka merasa tidak puas. Itu sangat mengejutkan."
Kahleova menambahkan, bahwa studi ini sangat berguna untuk orang-orang yang tidak terkena diabetes, yang mencoba menurunkan berat badan."Studi yang lebih besar sangat diperlukan," papar Dr Kahleova.

Sementara itu, Dr Richard Elliott, petugas komunikasi penelitian Diabetes di Inggris, mengatakan bahwa studi ini menambah bukti bahwa makan sedikit lebih efektif daripada makan besar dalam sehari, karena menurutnya, sering orang makan itu untuk membantu mengelola kondisi tubuh mereka sendiri.

"Namun, penelitian yang lebih besar selama waktu yang cukup lama akan dibutuhkan untuk mendukung temuan ini, sebelum kita membuat perubahan pada saran diet yang diberikan kepada orang-orang dengan diabetes tipe 2," ungkap Dr Elliot.

Dr Elliot menambahkan, diet seimbang, dan aktif menjaga berat badan, di samping mengkonsumsi obat-obatan, sangat penting untuk mengelola kondisi kesehatan.

Saat ini di Inggris, sekitar 2,9 juta orang terkena diabetes, dan 90 persen di antaranya diabetes tipe 2. Sehingga, saat ini di Inggris telah direkomendasikan untuk makan tiga kali sehari, dengan makanan ringan yang sehat.

Sumber